Rabu, 16 Maret 2011

Rasa Sedih Itu Menyiksa BatiN



Ya Rabb… hari ini hatiku gundah
Kemarin juga…
Aku sadar, ini mungkin karena aku mulai jauh dariMu
Shalat malamku jam 4 pagi tadi tidak begitu nikmat
Begitu biasa...
Hafalan Qur’anku semakin hari semakin berkurang...
Aku tak tahu...apa yang sebenarnya sedang kukejar...
Ambisi dunia ataukah surga
Hari ini, malam ini aku akan lebih baik...
Aku akan menata kembali rencana-rencana masa depan yang menjadi salah satu sumber kekuatan bagiku dalam menggapai kebahagiaan..
Aku ingin jadi ilmuwan..peneliti...dan seorang pendidik
Aku adalah pencinta ilmu..untuk itu aku harus bahagia dan senang ketika belajar
Belajar hal apapun..setiap hal yang positif


Tentang esai Jepangku..

Hari ini, kalau aku tak salah adalah hari pengumuman pemenang lomba esai Jepang
Aku tak bisa bohong dan pura-pura..aku memang menginginkan tulisanku diterima dan diterbitkan. Walau aku bukan seorang penulis handal. Aku sudah tak sabar ingin melihat hasilnya..semoga bisa menerima apapun jadinya nanti, diterbitkan ataupun tidak sama sekali.

Tentang kesedihan itu...

Aku memang sedih. Terutama setelah meninggalnya abak..
Aku diserang dilema yang pekat..
Yah..bagiku yang baru merasakan rumitnya hidup, memang pekat
Aku jadi linglung
Ternyata aku belum bisa membentuk kepribadianku sendiri secara utuh
Aku butuh orang lain..aku butuh nasehat dari orang lain.
Semoga aku bisa terus menjalani proses ini dengan tekun dan sabar... hingga tanpa kusadari aku telah melewati fasa-fasa yang begitu heterogen. Aku ingin jadi muslim yang berkualitas, berkompeten di bidangku. Ya Robb,, jangan jauh dari hamba, sadarkan hamba ketika jarak itu sudah mulai melebar...tak ingin jauh dariMu..hamba takut hilang arah...terpuruk dalam lubang yang kelam..

---2009----

Catatan :
Kau tahu teman, ternyata pengharapan yang sangat kepada Allah akan berbuah manis....
Akhirnya aku yang tidak punya pengalaman dalam menulis esai bisa menang dalam lomba itu dan tulisanku dimuat dalam 1 buku bersama teman2 lainnya. Judul bukunya ’ Jepang di Mata Generasi Muda Indonesia’.
Namun Sekarang Jepang sedang berduka, tapi aku tak dapat berbuat apa-apa...

Maret 2011
Pasca Tsunami Jepang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar